Mimpi menjelma mimpi
Mimpi melulu mimpi
Saat kau temukan belahan mimpi
Saat itulah aku kehilangan ribuan mimpi
Hanya mimpi..
Sabtu, Desember 12, 2009
Jumat, November 27, 2009
Tanpa Bicara
Kebebasan mengobrak abrik rasa
Aku bangga
Menjadi yang tertunda
Bergulingan mimpi yg telah terikat erat olehmu kasih
Dapatkah kau menatapku lagi?
Mencuriku lagi?
Tidaaakk !
Tak ku ijinkan kau menyentuh walau hanya dindingku
Bahasaku tak kau tau
Tanpa bicara ku terbaring saat teriknya malam
Sungguh menyilaukan
Aku bangga
Menjadi yang tertunda
Bergulingan mimpi yg telah terikat erat olehmu kasih
Dapatkah kau menatapku lagi?
Mencuriku lagi?
Tidaaakk !
Tak ku ijinkan kau menyentuh walau hanya dindingku
Bahasaku tak kau tau
Tanpa bicara ku terbaring saat teriknya malam
Sungguh menyilaukan
Sabtu, November 21, 2009
Kau menangis
Aku berjalan gontai dengan tubuh lemas usai persalinan
Tanpa ku ketuk pintu kau pun menyambutku dengan sangar
Ku muluskan cara ku dengan bicara pada sang kakak
Namun tak ada perubahan
Ku bawa bayi laki-lakiku ke pangkuanmu
Hebat!
Kau mengangis!
Serasa bercermin kah kau?
Tanpa ku ketuk pintu kau pun menyambutku dengan sangar
Ku muluskan cara ku dengan bicara pada sang kakak
Namun tak ada perubahan
Ku bawa bayi laki-lakiku ke pangkuanmu
Hebat!
Kau mengangis!
Serasa bercermin kah kau?
Mimpi sang malam
Saat malam impikanmu
Jujur ku tak bahagia
Hanya ada resah
Firasat apa ?
Apa kau dapat mengingatku lagi?
Ataukah kau sungguh melupakanku?
Aaah.. Andai..
Andai kau tetap disisiku seperti dulu
Kan ku tanya kau sebelum terlelap
Sayup ku dengar alunan sendu
Hanyut dalam simfoni hitam
Aah.. Andai.. Andai malam tak impikanmu
Aku pasti lupa akan parasmu
Tanpa harus memberimu air mata lagi
Jujur ku tak bahagia
Hanya ada resah
Firasat apa ?
Apa kau dapat mengingatku lagi?
Ataukah kau sungguh melupakanku?
Aaah.. Andai..
Andai kau tetap disisiku seperti dulu
Kan ku tanya kau sebelum terlelap
Sayup ku dengar alunan sendu
Hanyut dalam simfoni hitam
Aah.. Andai.. Andai malam tak impikanmu
Aku pasti lupa akan parasmu
Tanpa harus memberimu air mata lagi
Jumat, Oktober 30, 2009
Bungkam
Senyap mendadak gelap
Kiblatku hilang
Namun siluet mu terus terlihat
Aku enggan mencipta dingin,
Serta takut menjamu siksa rindu
cambuk hiruk pikuk meliuk suka cita
Saat peluh membanjiri wajah
tangan itu tak henti bertepuk
Perasaanku bungkam walau tak pernah diam
Kiblatku hilang
Namun siluet mu terus terlihat
Aku enggan mencipta dingin,
Serta takut menjamu siksa rindu
cambuk hiruk pikuk meliuk suka cita
Saat peluh membanjiri wajah
tangan itu tak henti bertepuk
Perasaanku bungkam walau tak pernah diam
Selasa, Oktober 27, 2009
Jumat, Agustus 07, 2009
Burung merak
entah...
entah kenapa ku gundah
saat sang burung merak terbang
mencari tenang
ku berduka
dulu..
degup jantungnya mungkin perih
saat dengan lantang menyemburkan suara
yang dapat melekat dalam hati siapa saja
masihkah ia berkarya dalam barzah?
ku menangis mencari jawabnya
meski aku..
menatapnya pun tak pernah
namun ia menjadi guru sejak lama
dan selamanya
entah kenapa ku gundah
saat sang burung merak terbang
mencari tenang
ku berduka
dulu..
degup jantungnya mungkin perih
saat dengan lantang menyemburkan suara
yang dapat melekat dalam hati siapa saja
masihkah ia berkarya dalam barzah?
ku menangis mencari jawabnya
meski aku..
menatapnya pun tak pernah
namun ia menjadi guru sejak lama
dan selamanya
Sabtu, Agustus 01, 2009
+ & -
- tunggu
+ mau apa lagi?
- aku mau hemm.. aku mau kamu
+ kenapa harus aku?
- karena aku mau.. aku mau kamu sayang
+ psstt...! jangan panggil aku sayang
- kenapa?
+ nanti juga kau akan tau jawabanku
- jadi ?
+ apanya yang jadi?
- ah ! maksudku lalu ?
+ ya.. kau benar, aku akan segera berlalu
- terus ?
+ ya.. aku akan terus melanjutkan hidup tanpamu
- tapi aku tidak mau hidup sendiri
+ kau tak kan hidup sendiri, bukankah kau pernah bilang bahwa seribu macam lelaki bisa kau dapat?
- hmm... aku...
+ maaf, aku tak bisa
- kenapa ?
+ karena cinta ...
- jadi kau sebenarnya cinta kepadaku
+ bukan, karena cinta... kita tak lagi sama
+ mau apa lagi?
- aku mau hemm.. aku mau kamu
+ kenapa harus aku?
- karena aku mau.. aku mau kamu sayang
+ psstt...! jangan panggil aku sayang
- kenapa?
+ nanti juga kau akan tau jawabanku
- jadi ?
+ apanya yang jadi?
- ah ! maksudku lalu ?
+ ya.. kau benar, aku akan segera berlalu
- terus ?
+ ya.. aku akan terus melanjutkan hidup tanpamu
- tapi aku tidak mau hidup sendiri
+ kau tak kan hidup sendiri, bukankah kau pernah bilang bahwa seribu macam lelaki bisa kau dapat?
- hmm... aku...
+ maaf, aku tak bisa
- kenapa ?
+ karena cinta ...
- jadi kau sebenarnya cinta kepadaku
+ bukan, karena cinta... kita tak lagi sama
Tetap Ada
ah !
percuma jasadmu tinggalkan aku
bayang itu akan selalu bersamaku
bersama anganku
entah mengapa aku tak dapat lupa
tentang segala yang pernah kita coba
walau hanya kosong
sempat terpikir tuk mengulang semua
bersama jiwa dan jasad berbeda
namun aku tak kuasa
bayangmu tetap ada
kau sungguh berbeda
percuma jasadmu tinggalkan aku
bayang itu akan selalu bersamaku
bersama anganku
entah mengapa aku tak dapat lupa
tentang segala yang pernah kita coba
walau hanya kosong
sempat terpikir tuk mengulang semua
bersama jiwa dan jasad berbeda
namun aku tak kuasa
bayangmu tetap ada
kau sungguh berbeda
Rabu, Juli 15, 2009
tiba-tiba...
kurasa bibirmu ada di antara jari kakiku
aku ingin bangkit tuk menghindar
namun aku urungkan
jeritanmu tak ku dengar
seperti melihat kotoran anjing
seketika aku mual dan muntah
saat melihat kepingan hianat yang tertempel rapi di mulutmu
hingar bingar musik membuyarkan lamunanku
dan seluruh mataku kini sadar
akan gemerlap lampu kota
yang mulai tertutup kabut angan
redup..
kurasa bibirmu ada di antara jari kakiku
aku ingin bangkit tuk menghindar
namun aku urungkan
jeritanmu tak ku dengar
seperti melihat kotoran anjing
seketika aku mual dan muntah
saat melihat kepingan hianat yang tertempel rapi di mulutmu
hingar bingar musik membuyarkan lamunanku
dan seluruh mataku kini sadar
akan gemerlap lampu kota
yang mulai tertutup kabut angan
redup..
Rabu, Juli 08, 2009
Jumat, Juli 03, 2009
SEPI
aku meringkuk
dalam gubuk
saat dingin menusuk
sesekali aku terbatuk
'tuk membunuh sepi yang terkutuk
dalam gubuk
saat dingin menusuk
sesekali aku terbatuk
'tuk membunuh sepi yang terkutuk
Senin, Juni 22, 2009
ULANG TANGGAL dan BULAN
Untuk yang ke-23 kalinya
aku didorong oleh usia
menuju '23 Juni'
bukan ULANG TAHUN
hanya mengULANG TANGGAL dan BULAN yang sama
pada tahun yang berbeda
berbekal kebodohan aku tersenyum sendiri
ya sendiri...
tak ada siapa disini
aku didorong oleh usia
menuju '23 Juni'
bukan ULANG TAHUN
hanya mengULANG TANGGAL dan BULAN yang sama
pada tahun yang berbeda
berbekal kebodohan aku tersenyum sendiri
ya sendiri...
tak ada siapa disini
Selasa, Juni 16, 2009
Malam Beku
Udara malam sengaja merayapi tubuh sepi
melalui seluruh bulu dan jutaan pori menganga
mungkin hanya butuh waktu ratusan detik untuk membuat darahku beku
lalu seluruh tubuhku akan kaku
bibir ini telah menggigil hingga kurasa sangat ngilu
seperti usai mengunyah kelaminmu
tak kusebut semua ini akibat dari hianat
namun inilah nikmat
karena aku masih bisa melukis wajahmu
serta terus berharap jatuhnya buah cinta dari pohon angkuh dalam dirimu..
bersama dinginku
melalui seluruh bulu dan jutaan pori menganga
mungkin hanya butuh waktu ratusan detik untuk membuat darahku beku
lalu seluruh tubuhku akan kaku
bibir ini telah menggigil hingga kurasa sangat ngilu
seperti usai mengunyah kelaminmu
tak kusebut semua ini akibat dari hianat
namun inilah nikmat
karena aku masih bisa melukis wajahmu
serta terus berharap jatuhnya buah cinta dari pohon angkuh dalam dirimu..
bersama dinginku
Jumat, Juni 05, 2009
Bukan Mimpi Kita
tubuh kurusmu terbaring lemah
hidung dan dahimu penuh luka
aku datang untuk menangisi keadaan
dengan susah payah kau bangun
hanya untuk memelukku
lalu mencium keningku
seluruh keluargamu iba
kenapa harus terjadi
saat mereka mempersiapkan pernikahan kita
walau hanya modal seadanya
kau tersenyum
aku pula tak beda
pernikahan ini akan segera terlaksana
pada dunia tak nyata
dunia mimpiku bukan mimpi kita..
hidung dan dahimu penuh luka
aku datang untuk menangisi keadaan
dengan susah payah kau bangun
hanya untuk memelukku
lalu mencium keningku
seluruh keluargamu iba
kenapa harus terjadi
saat mereka mempersiapkan pernikahan kita
walau hanya modal seadanya
kau tersenyum
aku pula tak beda
pernikahan ini akan segera terlaksana
pada dunia tak nyata
dunia mimpiku bukan mimpi kita..
Senin, Juni 01, 2009
kini mati
tak seperti dulu
begitu ingin ku tahu
hingga hilang hargaku
kini..
aku tak lagi mampu
mendengar tentang kamu,
masa lalu dan masa depanmu
ku tutup telinga tuli ini
ku tutup mata buta ini
serta ku bungkam mulut bisu ini
semua tak peduli
bukankah kau sudah mati?
begitu ingin ku tahu
hingga hilang hargaku
kini..
aku tak lagi mampu
mendengar tentang kamu,
masa lalu dan masa depanmu
ku tutup telinga tuli ini
ku tutup mata buta ini
serta ku bungkam mulut bisu ini
semua tak peduli
bukankah kau sudah mati?
Sabtu, Mei 30, 2009
LUPA
aku lupa bahwa aku telah melupakanmu
ingatku, masih bersama senyum tak indah
dari bibir penuh luka
oleh tamparan keras
sang perempuan ganas
akankah kau bungkus perih itu ?
lalu kau buang di mana ada kobaran api disana?
kau berlari kencang
tak lagi menoleh ke belakang
mungkinkah kau kan datang?
untuk mengingatkan aku yang telah lupa akan sejarah panjang?
ingatku, masih bersama senyum tak indah
dari bibir penuh luka
oleh tamparan keras
sang perempuan ganas
akankah kau bungkus perih itu ?
lalu kau buang di mana ada kobaran api disana?
kau berlari kencang
tak lagi menoleh ke belakang
mungkinkah kau kan datang?
untuk mengingatkan aku yang telah lupa akan sejarah panjang?
Kamis, Mei 28, 2009
Pasrah
jalanan basah tak lagi dapat mencetak jejak kakimu
mungkin sepanjang jalanan kota
telah lupa dengan bentuk jejak kaki itu
roda motor itu
dan suara tawa itu
semua masuk ke perut usang sang sejarah
tak kutemukan arti dari semua ini
entah..
kau bersembunyi di hati siapa
aku kan pasrah
memang tak mudah
namun ku harus mencoba
ku bernyanyi
dalam hati yang sunyi
sendiri...
mungkin sepanjang jalanan kota
telah lupa dengan bentuk jejak kaki itu
roda motor itu
dan suara tawa itu
semua masuk ke perut usang sang sejarah
tak kutemukan arti dari semua ini
entah..
kau bersembunyi di hati siapa
aku kan pasrah
memang tak mudah
namun ku harus mencoba
ku bernyanyi
dalam hati yang sunyi
sendiri...
Jumat, Mei 08, 2009
PANTAI, AKU, KAU DAN DIA
malam itu...
pantai indah
membawa aku dan sahabatmu
duduk bercerita
tentang
aku
kau
dan masa lalu
lampu-lampu kota
di seberang sana
menatapku lekat-lekat
seolah ingin mendekat
mengirimkan sebuah isyarat
aku harus kuat !
asap rokokku menari diantara wajahku dan wajahnya
kopi di bangku usang
terasa nikmat
entah karena rasa
atau suasana
semua terjadi begitu saja
lekas digerus waktu jahanam
jabat sahabat dari sahabatmu
indah kurasa
bahkan
kami bersama
mencuri malam menyenangkan
bulan termenung dalam tawa
namun tak mengusung
canda dan airmata
berkali-kali
inginku buang
kalimat yang meracuni
duniaku sendiri
"Andai kau ada di pantai ini..."
pantai indah
membawa aku dan sahabatmu
duduk bercerita
tentang
aku
kau
dan masa lalu
lampu-lampu kota
di seberang sana
menatapku lekat-lekat
seolah ingin mendekat
mengirimkan sebuah isyarat
aku harus kuat !
asap rokokku menari diantara wajahku dan wajahnya
kopi di bangku usang
terasa nikmat
entah karena rasa
atau suasana
semua terjadi begitu saja
lekas digerus waktu jahanam
jabat sahabat dari sahabatmu
indah kurasa
bahkan
kami bersama
mencuri malam menyenangkan
bulan termenung dalam tawa
namun tak mengusung
canda dan airmata
berkali-kali
inginku buang
kalimat yang meracuni
duniaku sendiri
"Andai kau ada di pantai ini..."
Kamis, Mei 07, 2009
Berdiri
Rasa ini tak kunjung pergi
makin hari
kian menanti
sebuah harapan tak pasti
bersama jasad sepi
aku mengundang tanya
yang tak dapat dijawab oleh siapa
namun tetap terukir di kepala
sejarah silam
kini berantakan
tak kuasa aku menguburnya
biarlah
aku tetap berdiri
disini
di tempat ini
untuk menanti
kau kembali
menepati janji tak suci
makin hari
kian menanti
sebuah harapan tak pasti
bersama jasad sepi
aku mengundang tanya
yang tak dapat dijawab oleh siapa
namun tetap terukir di kepala
sejarah silam
kini berantakan
tak kuasa aku menguburnya
biarlah
aku tetap berdiri
disini
di tempat ini
untuk menanti
kau kembali
menepati janji tak suci
Selasa, Mei 05, 2009
AKU
aku
tak pantas
memiliki batas
tak mampu
mendampingimu
tak mau katakan
kau seperti setan
namun aku masih sanggup
menjalani hidup
meski redup
tak pantas
memiliki batas
tak mampu
mendampingimu
tak mau katakan
kau seperti setan
namun aku masih sanggup
menjalani hidup
meski redup
Sabtu, Mei 02, 2009
SELANGKANGAN BAJINGAN
Bayangkan...
saat aku sedang membayangkan
selangkangan
para bajingan
menyeruput kenikmatan
tanpa kemunafikan
saat aku sedang membayangkan
selangkangan
para bajingan
menyeruput kenikmatan
tanpa kemunafikan
Rabu, April 29, 2009
RUMAH KOSONG
Kulewati rumahmu yang kosong
gelap dan sepi
tak ada isi
kau pergi mencari tenang
menuju cahaya remang
ya.. remang-remang tak terang
kenapa kau lakukan ini?
seluruh kenangan kau bawa pergi
aku kini tiada arti
dalam anganku
semua tetap utuh
penuh masa lalu
aku tersedu di pangkuanmu
merasakan nafas di telingaku
meminta jawaban
dan pertanggungjawaban
sadarku dalam angan yang kosong...
gelap dan sepi
tak ada isi
kau pergi mencari tenang
menuju cahaya remang
ya.. remang-remang tak terang
kenapa kau lakukan ini?
seluruh kenangan kau bawa pergi
aku kini tiada arti
dalam anganku
semua tetap utuh
penuh masa lalu
aku tersedu di pangkuanmu
merasakan nafas di telingaku
meminta jawaban
dan pertanggungjawaban
sadarku dalam angan yang kosong...
Tempik Munafik
Aku menampar tempik
di tengah keramain
kau berdiri menenangkan
emosiku tetap melawan
ludahku kembali bertindak
di kepala yang ingin ku injak
Tempik
berlari dan menangis
terlihat seperti pengemis
tanganku kau pegang kencang
mengajakku pulang
hingga sekarang
aku tak tenang
Inilah pelajaran
untuk si Tempik munafik
guru sialan !
di tengah keramain
kau berdiri menenangkan
emosiku tetap melawan
ludahku kembali bertindak
di kepala yang ingin ku injak
Tempik
berlari dan menangis
terlihat seperti pengemis
tanganku kau pegang kencang
mengajakku pulang
hingga sekarang
aku tak tenang
Inilah pelajaran
untuk si Tempik munafik
guru sialan !
Sabtu, April 25, 2009
Dusta
akulah sarang hianat
menebar noktah zina
terlentang pada kesucian sang perawan
menjilat pahitnya dusta
menelannya selagi mentah
lalu muntah..
dan kembali mengunyah
mulutku perih tak tertahan
gigiku remuk tertelan
lidahku lepas berantakan
bibirku berdarah
gusiku goyah
rahangku patah
biarkan aku yang menikmati
jangan kau mendekati
apalagi mencicipi
sedang ku resapi
dusta ini
berduri
berkali-kali
kuyakinkan diri
aku benci KAU LELAKI !
ingin hidup sendiri
namun tak jua aku sadari
aku sedang mendustai
aku tak mau lagi mendengar
saat kau berujar
"aku sedang menghianati, menghianati cinta benar...."
saat kita di kamar
usai menikmati permainan Kasar
kembalilah sadar
aku bukan cinta benar
api dusta terus berkobar !
menebar noktah zina
terlentang pada kesucian sang perawan
menjilat pahitnya dusta
menelannya selagi mentah
lalu muntah..
dan kembali mengunyah
mulutku perih tak tertahan
gigiku remuk tertelan
lidahku lepas berantakan
bibirku berdarah
gusiku goyah
rahangku patah
biarkan aku yang menikmati
jangan kau mendekati
apalagi mencicipi
sedang ku resapi
dusta ini
berduri
berkali-kali
kuyakinkan diri
aku benci KAU LELAKI !
ingin hidup sendiri
namun tak jua aku sadari
aku sedang mendustai
aku tak mau lagi mendengar
saat kau berujar
"aku sedang menghianati, menghianati cinta benar...."
saat kita di kamar
usai menikmati permainan Kasar
kembalilah sadar
aku bukan cinta benar
api dusta terus berkobar !
Jumat, April 24, 2009
Hilang
kau menuju perjalanan panjang, tatapanku tamat tepat di tikungan jalan yang kau lalui bersama rombongan benda mati yang hidup bersama masa lalu.
lagi... tuhan mengambil kebahagiaan yang kupinjam dariNya. Aku yakin kau pun merasakan hal yang sama sepertiku, kehilangan cinta dalam raba. mereka coba amati, aku telah di peti kau tetap di hati. kehilangan harap saat sedang bersiap.
lagi... tuhan mengambil kebahagiaan yang kupinjam dariNya. Aku yakin kau pun merasakan hal yang sama sepertiku, kehilangan cinta dalam raba. mereka coba amati, aku telah di peti kau tetap di hati. kehilangan harap saat sedang bersiap.
Selasa, April 21, 2009
Belalai
belalai panjang
kembali menghujam
batin yang suram
tertutup kelambu abu
merasakan manisnya madu
keluar di sela-sela kedua kakimu
rembesan luka
menjalar menuju mata indah kita
bertahta tanpa istana
tak ada senandung pertengkaran
yang selalu aku tanam
sejenak bumi berhenti dari putaran waktu
mengintip desahan dari dinding kamar kostmu
menyaksikan
kau menyelimuti tubuhku dengan peluk hangatmu
semua bagian dari tubuh kita
beradu sempurna
memulai perhelatan
tradisi orang tua
sesaat sebelum kita tercipta.
kembali menghujam
batin yang suram
tertutup kelambu abu
merasakan manisnya madu
keluar di sela-sela kedua kakimu
rembesan luka
menjalar menuju mata indah kita
bertahta tanpa istana
tak ada senandung pertengkaran
yang selalu aku tanam
sejenak bumi berhenti dari putaran waktu
mengintip desahan dari dinding kamar kostmu
menyaksikan
kau menyelimuti tubuhku dengan peluk hangatmu
semua bagian dari tubuh kita
beradu sempurna
memulai perhelatan
tradisi orang tua
sesaat sebelum kita tercipta.
Senin, April 20, 2009
Menanti
ruangku berserakan dan berdebu
aku bangkit menyusuri pintu tua
meraba daun pintu tak bernyawa
lalu membukanya
kuputuskan untuk mengambil kursi reyot
yang selalu menemani
saat aku melahirkan bayi bayi inspirasi
ku letakkan tepat di depan pintu
aku duduk terpaku
menatap jalan buntu
mengantar senja
pulang ke kandangnya
angin dingin menyayat batin
beribu ragu turut mengganggu
akan datangkah lelakiku?
setelah sekian lama pergi
meninggalkan sekarung biji janji
kan ku nanti
hingga pagi
tanpa bermimpi
aku bangkit menyusuri pintu tua
meraba daun pintu tak bernyawa
lalu membukanya
kuputuskan untuk mengambil kursi reyot
yang selalu menemani
saat aku melahirkan bayi bayi inspirasi
ku letakkan tepat di depan pintu
aku duduk terpaku
menatap jalan buntu
mengantar senja
pulang ke kandangnya
angin dingin menyayat batin
beribu ragu turut mengganggu
akan datangkah lelakiku?
setelah sekian lama pergi
meninggalkan sekarung biji janji
kan ku nanti
hingga pagi
tanpa bermimpi
Sabtu, April 18, 2009
Jiwaku sakit
jariku menari tak sendiri
merayakan hidup yang mati
aku melindungi diri dengan caci maki
kau angkuh tak peduli
buatku semakin jatuh hati
aku ingin memiliki
namun harus menyakiti
mungkin kini saatnya kubuang mimpiku
dalam tumpukan batu yang kaku
aku menjerit
kenyataan ini sangat pahit
jiwaku sakit
aku ingin tidur
dalam liang kubur
lalu mendengkur...
merayakan hidup yang mati
aku melindungi diri dengan caci maki
kau angkuh tak peduli
buatku semakin jatuh hati
aku ingin memiliki
namun harus menyakiti
mungkin kini saatnya kubuang mimpiku
dalam tumpukan batu yang kaku
aku menjerit
kenyataan ini sangat pahit
jiwaku sakit
aku ingin tidur
dalam liang kubur
lalu mendengkur...
Selasa, April 14, 2009
Mungkinkah
mungkinkah
aku kau tinggal sendiri ?
pagar duri mengikat diri
membedung derasnya birahi
mungkinkah
aku menggali kubur buta?
lalu mengorek indahnya luka
berteman air mata
mungkinkah
aku tercampakkan?
tenggelam dalam lautan
pahit selalu kutelan
mungkinkah
aku mampu bertahan?
dalam penderitaan berkepanjangan
lepaskan ikatan
mungkinkah
masih ada harap?
dalam udara pengap
aku terjerembap
mungkinkah
aku menemukan jawaban?
dari semua pertanyaan
yang memilukan
aku kau tinggal sendiri ?
pagar duri mengikat diri
membedung derasnya birahi
mungkinkah
aku menggali kubur buta?
lalu mengorek indahnya luka
berteman air mata
mungkinkah
aku tercampakkan?
tenggelam dalam lautan
pahit selalu kutelan
mungkinkah
aku mampu bertahan?
dalam penderitaan berkepanjangan
lepaskan ikatan
mungkinkah
masih ada harap?
dalam udara pengap
aku terjerembap
mungkinkah
aku menemukan jawaban?
dari semua pertanyaan
yang memilukan
Akhir takdir
sekian lama tak bertatap
ragamu bejat
jiwamu tetap hangat
kulitmu hangus
membungkus badan yang kurus
tak terurus
tak puaskah kau hidup dalam kotak-kotak kertas yang kau ciptakan sendiri?
kotak pengap yang kau pisahkan dari nista
kini menjelma sarang bencana
tak ada siapa
sunyi di sana
udara begitu langka
kau
bergulir menggapai akhir
dan aku
menginjak sebuah takdir !
ragamu bejat
jiwamu tetap hangat
kulitmu hangus
membungkus badan yang kurus
tak terurus
tak puaskah kau hidup dalam kotak-kotak kertas yang kau ciptakan sendiri?
kotak pengap yang kau pisahkan dari nista
kini menjelma sarang bencana
tak ada siapa
sunyi di sana
udara begitu langka
kau
bergulir menggapai akhir
dan aku
menginjak sebuah takdir !
Minggu, April 12, 2009
ilusi, kau dan dunia
dunia ini luas, tapi aku tak merasa kerdil
dunia ini sangat kecil akupun tak merasa lebih besar
aku hanya merasa dunia semakin angkuh terhadapku
aku berjalan dengan cepat
berharap tak ada yang melihat
semua gagal
aku jatuh terjungkal
dan kau
ya.. kau, terpingkal-pingkal
dunia tak memberi kesempatan kepadaku untuk hidup bersamamu
dalam balutan kasih dan rindu
kau dan dunia telah bersahabat
menganggapku sebagai perempuan jahat
sesekali aku memandang kepulan asap rokok dari mulutku
ada keluh kesah dan masalah yang ikut disana
aku tertawa
suaraku seolah membahana
masalahku telah sirna
namun itu hanya ilusi
masalahku tak berhenti sampai disini
bayangmu kerap menghantui
dan aku telah diusir oleh dunia
ku buang putung rokok yang apinya semakin mendekati jari-jari tangan kananku
panas dan kecut rasanya
ku ambil batang rokok yang kedua
kubakar
dan kuisap dalam-dalam sampai menembus paru-paru dan jantungku
aku biarkan asapku bersilaturrahmi
dengan organ tubuh lainnya
masalah dalam dada
ikut keluar bersamanya
perlahan merangkak
kemulut dan hidung
lalu ku hembuskan pada udara yang mendung.
ilusi itu tetap ada
kali ini bayangmu turut menguap
lalu sirna
entah kemana...
dunia ini sangat kecil akupun tak merasa lebih besar
aku hanya merasa dunia semakin angkuh terhadapku
aku berjalan dengan cepat
berharap tak ada yang melihat
semua gagal
aku jatuh terjungkal
dan kau
ya.. kau, terpingkal-pingkal
dunia tak memberi kesempatan kepadaku untuk hidup bersamamu
dalam balutan kasih dan rindu
kau dan dunia telah bersahabat
menganggapku sebagai perempuan jahat
sesekali aku memandang kepulan asap rokok dari mulutku
ada keluh kesah dan masalah yang ikut disana
aku tertawa
suaraku seolah membahana
masalahku telah sirna
namun itu hanya ilusi
masalahku tak berhenti sampai disini
bayangmu kerap menghantui
dan aku telah diusir oleh dunia
ku buang putung rokok yang apinya semakin mendekati jari-jari tangan kananku
panas dan kecut rasanya
ku ambil batang rokok yang kedua
kubakar
dan kuisap dalam-dalam sampai menembus paru-paru dan jantungku
aku biarkan asapku bersilaturrahmi
dengan organ tubuh lainnya
masalah dalam dada
ikut keluar bersamanya
perlahan merangkak
kemulut dan hidung
lalu ku hembuskan pada udara yang mendung.
ilusi itu tetap ada
kali ini bayangmu turut menguap
lalu sirna
entah kemana...
Sabtu, April 11, 2009
ASU
Malam ini yang kurasa hanya sunyi,
aku mengintip Asu di dunia maya.
Tak seperti biasanya,
malam ini Asu tak ada di sana.
Perasaanku menduga,
Asu sedang menikmati malam minggu yang cerah.
Dengan keberanian luar biasa aku menghubungi ponselnya, Asu menerima panggilan dariku dan menyapa dengan hangat. Asu bilang sedang makan bersama wanita. Hatiku hancur, air mata menetes tapi aku tak mau terdengar lemah. ku pertahankan 'ketus'ku. aku pura-pura tak percaya, kalaupun ada aku ingin bicara dengannya.
tak kusangka, Asu malah mengenalkan aku dengan nya.
begitu bangga dia memperkenalkan diri "Halo kau siapa? Aku pacarnya Asu"
emosiku tak tertahan, kiamat kecil-kecilan ku ciptakan
sebenarnya, masih banyak yang ingin kulakukan tapi Asu tak memberi kesempatan.
oh Tuhan..
cabutlah nyawa perempuan itu dengan tanganku !
aku mengintip Asu di dunia maya.
Tak seperti biasanya,
malam ini Asu tak ada di sana.
Perasaanku menduga,
Asu sedang menikmati malam minggu yang cerah.
Dengan keberanian luar biasa aku menghubungi ponselnya, Asu menerima panggilan dariku dan menyapa dengan hangat. Asu bilang sedang makan bersama wanita. Hatiku hancur, air mata menetes tapi aku tak mau terdengar lemah. ku pertahankan 'ketus'ku. aku pura-pura tak percaya, kalaupun ada aku ingin bicara dengannya.
tak kusangka, Asu malah mengenalkan aku dengan nya.
begitu bangga dia memperkenalkan diri "Halo kau siapa? Aku pacarnya Asu"
emosiku tak tertahan, kiamat kecil-kecilan ku ciptakan
sebenarnya, masih banyak yang ingin kulakukan tapi Asu tak memberi kesempatan.
oh Tuhan..
cabutlah nyawa perempuan itu dengan tanganku !
Tak ada
gambarmu terlipat dalam benak
malammu ritualku
kau terpejam
liang hatimu sudah tertutup
bersama cacing mentah
dan belatung yang beruntung
kau setia menjelma
menjadi raja atau siapa saja
jenggotmu kerap menggesek pikiranku
aku tak kuasa menahan geli
tawaku pecah seketika
segera kusadari semua
Tuhan mengajakku bercanda
dirimu tak lagi ada
malammu ritualku
kau terpejam
liang hatimu sudah tertutup
bersama cacing mentah
dan belatung yang beruntung
kau setia menjelma
menjadi raja atau siapa saja
jenggotmu kerap menggesek pikiranku
aku tak kuasa menahan geli
tawaku pecah seketika
segera kusadari semua
Tuhan mengajakku bercanda
dirimu tak lagi ada
Rasa
Dulu...
tubuh panjangmu sering ku nikmati
berkali-kali kujilati
aku menemukan rasa
rasa tak biasa
rasa cinta yang sesungguhnya
kini...
tubuhmu binasa
jiwamu bersamanya
menatap bayangmu saja aku tak kuasa
semoga kau bahagia
tubuh panjangmu sering ku nikmati
berkali-kali kujilati
aku menemukan rasa
rasa tak biasa
rasa cinta yang sesungguhnya
kini...
tubuhmu binasa
jiwamu bersamanya
menatap bayangmu saja aku tak kuasa
semoga kau bahagia
Jumat, April 10, 2009
bulan madu
kau menebang hutan harapan
meludah disegala arah
bulan madu yang terencana
kau buang begitu saja
kau mengunciku dalam kandang
setelah puas kau menendang
aku tersungkur
lalu bersyukur
gerbang itu telah retak
sebelum kita menapak
meludah disegala arah
bulan madu yang terencana
kau buang begitu saja
kau mengunciku dalam kandang
setelah puas kau menendang
aku tersungkur
lalu bersyukur
gerbang itu telah retak
sebelum kita menapak
Minggu, April 05, 2009
Hanya lelaki tua
tubuh tak sempurna
buatku tak bahagia
kau mengasingkan aku
sepertinya tak seorangpun boleh tau
bahwa aku disampingmu
aku yakin
tak ada yang mau dan mampu
menjadi diriku
namun aku tak pernah malu
dulu ku rasa kau cukup dewasa
ternyata kau hanya lelaki tua
tak tahu makna cinta sebenarnya
yang menerima apa adanya
lihatlah.. !
dunia ini beragam
bukan segenggam
buatku tak bahagia
kau mengasingkan aku
sepertinya tak seorangpun boleh tau
bahwa aku disampingmu
aku yakin
tak ada yang mau dan mampu
menjadi diriku
namun aku tak pernah malu
dulu ku rasa kau cukup dewasa
ternyata kau hanya lelaki tua
tak tahu makna cinta sebenarnya
yang menerima apa adanya
lihatlah.. !
dunia ini beragam
bukan segenggam
Kemaluan tak tahu malu
aku terduduk
dengan kepala menunduk
tak kuasa melihat linangan airmata
yang jatuh dari mata merahnya
mungkin dia ingin memberi restu
suatu waktu
kau dan aku
jadi satu
impianku tetap bersamamu
menempuh hidup baru
memelihara kemaluanmu dan kemaluanku
yang tak tahu malu.
dengan kepala menunduk
tak kuasa melihat linangan airmata
yang jatuh dari mata merahnya
mungkin dia ingin memberi restu
suatu waktu
kau dan aku
jadi satu
impianku tetap bersamamu
menempuh hidup baru
memelihara kemaluanmu dan kemaluanku
yang tak tahu malu.
Sabtu, April 04, 2009
Siapa PENIS? PENIS Siapa?
aku dilahirkan salah bentuk
dari ibu terkutuk
yang mengais-ngais penis
najis manis !
nyata...
tak ada gambar
namun ada gambaran
penis segar
segera berlayar
ingin mengejar
aku takut
masih dalam perut
siapa pemilik penis itu?
pernahkah dia memikirkan aku dan ibuku?
kurasa Tuhan pun tak tahu jawaban dari semua pertanyaanku !
dari ibu terkutuk
yang mengais-ngais penis
najis manis !
nyata...
tak ada gambar
namun ada gambaran
penis segar
segera berlayar
ingin mengejar
aku takut
masih dalam perut
siapa pemilik penis itu?
pernahkah dia memikirkan aku dan ibuku?
kurasa Tuhan pun tak tahu jawaban dari semua pertanyaanku !
Senin, Maret 30, 2009
Cinta 'tuk sang malaikat
kau berharga
namun tak sebatas harga
kuserahkan raga
kau tak pernah tega
kau ingin aku menjauh
agar tak jatuh
kau berkata..
tak dapat buatku bahagia
saat ini atau lusa
kau sama saja
tak punya cinta
selamanya
namun aku berbeda
melihatmu bagai malaikat
ingin selalu dekat
perasaan ini terlalu kuat
hingga nanti suatu saat
mataku tertutup rapat
kau kan tahu, cintaku sangatlah hebat !
namun tak sebatas harga
kuserahkan raga
kau tak pernah tega
kau ingin aku menjauh
agar tak jatuh
kau berkata..
tak dapat buatku bahagia
saat ini atau lusa
kau sama saja
tak punya cinta
selamanya
namun aku berbeda
melihatmu bagai malaikat
ingin selalu dekat
perasaan ini terlalu kuat
hingga nanti suatu saat
mataku tertutup rapat
kau kan tahu, cintaku sangatlah hebat !
PASTI SUCI
Jujur kau tak ada rasa
Aku teriak nelangsa
Tidakkah kau mau mencoba dan berusaha ?
Berjanjilah kau tak lari
Menggapai mimpi
Bersama siti
Boleh toleransi
Sekedar menghormati
Jangan basa-basi
Sebutlah aturan
tanpa perasaan
Aku selalu mendampingi
Bukan harus
Tapi pasti
Yakinlah..
Tubuhku tak kan letih menunggumu
Cintaku takkan rapuh bila kau jauh
Semua ini suci
Pantas kau nikmati
Hingga nanti
Aku teriak nelangsa
Tidakkah kau mau mencoba dan berusaha ?
Berjanjilah kau tak lari
Menggapai mimpi
Bersama siti
Boleh toleransi
Sekedar menghormati
Jangan basa-basi
Sebutlah aturan
tanpa perasaan
Aku selalu mendampingi
Bukan harus
Tapi pasti
Yakinlah..
Tubuhku tak kan letih menunggumu
Cintaku takkan rapuh bila kau jauh
Semua ini suci
Pantas kau nikmati
Hingga nanti
Selasa, Maret 24, 2009
Jumat, Maret 20, 2009
LALU LIKU
Tingkah laku
masa lalu
penuh liku
banyak waktu
tanpa restu
serabi pemberianmu belum habis
kita telah menangis
aku berputar
dengan tubuh gemetar
temanmu bersorak
malaikat dusun turut teriak !
menasehati tanpa hati
berpesan tanpa kesan
aku terikat
ingin minggat !
masa lalu
penuh liku
banyak waktu
tanpa restu
serabi pemberianmu belum habis
kita telah menangis
aku berputar
dengan tubuh gemetar
temanmu bersorak
malaikat dusun turut teriak !
menasehati tanpa hati
berpesan tanpa kesan
aku terikat
ingin minggat !
Rabu, Maret 18, 2009
SUNGAI BERMUARA
sudut mataku seketika menjadi aliran sungai yang mengalir lamban
mendamba kau bercermin disana
namun kau acuh
melirikpun kau tak mau
bisik lirih tuk meyakinkan
kau anggap gurauan
perjalananmu dan perjalananku tak sama
kita berbeda
kau berbalik arah
tanpa ragaku
menuju bahagia yang nyata
sementara
air sungai mengalir penuh liku
bermuara pada hati yang memar dan penuh nanah di dalam tubuhku
tubuh yang terbujur kaku
karena tingkah laku
mendamba kau bercermin disana
namun kau acuh
melirikpun kau tak mau
bisik lirih tuk meyakinkan
kau anggap gurauan
perjalananmu dan perjalananku tak sama
kita berbeda
kau berbalik arah
tanpa ragaku
menuju bahagia yang nyata
sementara
air sungai mengalir penuh liku
bermuara pada hati yang memar dan penuh nanah di dalam tubuhku
tubuh yang terbujur kaku
karena tingkah laku
Selasa, Maret 17, 2009
Pintu
Kau berada di depan pintu
teriak
menangis
memohon agar aku membuka pintu rumahku yang terkunci
namun aku takut
aku hanya berani mengintip dengan membuka jendela
kulihat keadaanmu sungguh memilukan
matamu menatap nanar pintuku
tubuh telanjangmu tergolek lemah di teras
kedua kakimu terikat tali panjang
di belakangmu ada seorang perempuan dengan tangan kanan memegang ujung tali dan tangan kiri memegang penis yang sudah dikebiri
dia...
memasang tampang garang
rupanya kau punya tuan
perempuan rupawan
teriak
menangis
memohon agar aku membuka pintu rumahku yang terkunci
namun aku takut
aku hanya berani mengintip dengan membuka jendela
kulihat keadaanmu sungguh memilukan
matamu menatap nanar pintuku
tubuh telanjangmu tergolek lemah di teras
kedua kakimu terikat tali panjang
di belakangmu ada seorang perempuan dengan tangan kanan memegang ujung tali dan tangan kiri memegang penis yang sudah dikebiri
dia...
memasang tampang garang
rupanya kau punya tuan
perempuan rupawan
Senin, Maret 16, 2009
dengan panik aku memacu sepedaku menuju gang sempit itu. kulihat rumah kostmu gelap dan sepi. aku mendekat dan mengetuknya keras-keras. tak ada seruan atau jawaban. akupun kembali dengan gontai. menaiki sepeda dan mengayuhnya pelan. angin berhembus kencang membuat berat kakiku mengayuh. aku putuskan turun dari sepeda dan berjalan sambil tanganku tetap menuntun sepeda, mulutku tak henti bernyanyi. tiba-tiba
tiiin.. tiiiinn... bunyi klakson motor di belakang sontak membuatku kaget. aku melotot memandang ke arah itu, terlihat pria jangkung berjaket hitam tertawa cekikikan. tak tau apa yang di tertawakan.
sepertinya aku kenal dengan suara itu.
aku yakin itu kamu
tiiin.. tiiiinn... bunyi klakson motor di belakang sontak membuatku kaget. aku melotot memandang ke arah itu, terlihat pria jangkung berjaket hitam tertawa cekikikan. tak tau apa yang di tertawakan.
sepertinya aku kenal dengan suara itu.
aku yakin itu kamu
32 >< 23
belum lama ini kau berulangtahun ke 32
dan tak lama lagi aku berumur 23
32><23
dua angka yang sama
namun bertolak belakang
apa makna di balik semua ini?
aku tak mengerti.
yang pasti,
aku semakin mencintaimu
dan kau semakin
menjauh dariku.
mungkin kau merasa,
sudah saatnya
kita berpisah selamanya..
namun aku berharap sebaliknya.
dan tak lama lagi aku berumur 23
32><23
dua angka yang sama
namun bertolak belakang
apa makna di balik semua ini?
aku tak mengerti.
yang pasti,
aku semakin mencintaimu
dan kau semakin
menjauh dariku.
mungkin kau merasa,
sudah saatnya
kita berpisah selamanya..
namun aku berharap sebaliknya.
Jumat, Maret 13, 2009
suara hujan
malam kembali dingin
hujan masih ingin bergurau denganku
seolah tau
aku sedang sepi
sendiri
mungkin kemarin kau rasa kurang
dingin anginmu belum ke tulang
bukankah kita sudah bercengkrama hingga pagi?
lenteraku padam
kakiku kaku
aku tak dapat melihat rintikmu
hanya suaramu...
hujan masih ingin bergurau denganku
seolah tau
aku sedang sepi
sendiri
mungkin kemarin kau rasa kurang
dingin anginmu belum ke tulang
bukankah kita sudah bercengkrama hingga pagi?
lenteraku padam
kakiku kaku
aku tak dapat melihat rintikmu
hanya suaramu...
Hati
Jarum-jarum berkarat
sengaja kau tancap di hatiku
jumlahnya tak terhitung lagi
sakitnya takada lagi
aku menikmatinya
mungkinkah aku mati rasa?
justru saat kau tak menancapkan jarum-jarum itu
aku merasa rindu
aku ingin hati ini berkarat dan membusuk di tanganmu
akan ku buang kapan saja aku mau
toh.. aku masih punya banyak hati untukmu
akan ku pasang hati baru...
tancapkan lagi
tancapkan semuanya
sesukamu
sayat-sayatlah jika kau mau
kau bisa pahat hati ini
menjadi bentuk kelaminmu
atau kelaminku
bukankankah kau lakukan semua hanya untuk 'itu'?
sengaja kau tancap di hatiku
jumlahnya tak terhitung lagi
sakitnya takada lagi
aku menikmatinya
mungkinkah aku mati rasa?
justru saat kau tak menancapkan jarum-jarum itu
aku merasa rindu
aku ingin hati ini berkarat dan membusuk di tanganmu
akan ku buang kapan saja aku mau
toh.. aku masih punya banyak hati untukmu
akan ku pasang hati baru...
tancapkan lagi
tancapkan semuanya
sesukamu
sayat-sayatlah jika kau mau
kau bisa pahat hati ini
menjadi bentuk kelaminmu
atau kelaminku
bukankankah kau lakukan semua hanya untuk 'itu'?
Minggu, Maret 08, 2009
Hujan
angin terseret malam..
semakin larut
anginpun selalu ikut
gemuruh petir
seolah memberi isyarat hujan kan hadir
seketika
seluruh butiran air berlari
mengguyur...
deras
mengeras
tapi tak terkuras
atap kamarku sudah basah
hatiku basah
mataku pun basah
basah bersama rasa
aku bahagia
aku tak tidur
tak juga mendengkur
kunikmati
irama dan aroma hujan
inilah saat-saat yang kurindu
aku terisak dan mengadu..
~6~
semakin larut
anginpun selalu ikut
gemuruh petir
seolah memberi isyarat hujan kan hadir
seketika
seluruh butiran air berlari
mengguyur...
deras
mengeras
tapi tak terkuras
atap kamarku sudah basah
hatiku basah
mataku pun basah
basah bersama rasa
aku bahagia
aku tak tidur
tak juga mendengkur
kunikmati
irama dan aroma hujan
inilah saat-saat yang kurindu
aku terisak dan mengadu..
~6~
Sabtu, Maret 07, 2009
Hatiku Tak Pantas Untukmu
kenapa kau selalu ada disini?
kau makan, mandi, bahkan kau berak di antara otakku yang berserakan
di dalam kepalaku
kepala yang selalu aku beri tempat di atas segala atas
tapi kau telah mengotorinya
kau tak tahu diri !
apa?
apa kau bilang?
mau pindah tempat?
Bagus!
Segeralah !
***
apa?
apa kau bilang?
mau pindah ke hatiku?
Jangan!
Pergilah!
hatiku sudah penuh
bahkan pintu masuk saja sudah berjejal
sadarlah....
senyummu
dengan gigi berlumuran taik
Penis panjang mu
tergantung mengeluarkan cairan aneh seperti ingus dan berbau sangat busuk
matamu
selalu mengeluarkan darah
takkan membuat orang lain betah
bahkan membuat orang muntah dan marah
kau takkan berada di Hatiku
Kau tak pantas
Sungguh!
kau makan, mandi, bahkan kau berak di antara otakku yang berserakan
di dalam kepalaku
kepala yang selalu aku beri tempat di atas segala atas
tapi kau telah mengotorinya
kau tak tahu diri !
apa?
apa kau bilang?
mau pindah tempat?
Bagus!
Segeralah !
***
apa?
apa kau bilang?
mau pindah ke hatiku?
Jangan!
Pergilah!
hatiku sudah penuh
bahkan pintu masuk saja sudah berjejal
sadarlah....
senyummu
dengan gigi berlumuran taik
Penis panjang mu
tergantung mengeluarkan cairan aneh seperti ingus dan berbau sangat busuk
matamu
selalu mengeluarkan darah
takkan membuat orang lain betah
bahkan membuat orang muntah dan marah
kau takkan berada di Hatiku
Kau tak pantas
Sungguh!
Selasa, Maret 03, 2009
Sentuhan
Saat mandi
Sentuhan sabunku
mengingatkan aku
akan sentuhanmu
halus...
licin...
wangi...
kau jelajahi
tak terkecuali
setiap senti
bahkan mili
kau jamahi
seluruh kulitku
kulit tubuhku
tubuhku bersetubuh
bersetubuh bersamamu
sekarang
kau hilang
tak pernah datang
Dasar Binatang !
Sentuhan sabunku
mengingatkan aku
akan sentuhanmu
halus...
licin...
wangi...
kau jelajahi
tak terkecuali
setiap senti
bahkan mili
kau jamahi
seluruh kulitku
kulit tubuhku
tubuhku bersetubuh
bersetubuh bersamamu
sekarang
kau hilang
tak pernah datang
Dasar Binatang !
Coba
Tahun lalu
kau membawaku ke kamar tak berpintu
kau tersenyum genit
menggodaku sedikit demi sedikit
membuat kelaminku sakit
Kelentit
ku jepit
kau membuka celana
membuatku bertanya
bagaimana?
bagaimana dengan yang lainnya?
apa kau perlakukan seperti ini juga?
pada setiap wanita?
kau bilang ini pertama
baru mencoba
aku tak percaya
kau membawaku ke kamar tak berpintu
kau tersenyum genit
menggodaku sedikit demi sedikit
membuat kelaminku sakit
Kelentit
ku jepit
kau membuka celana
membuatku bertanya
bagaimana?
bagaimana dengan yang lainnya?
apa kau perlakukan seperti ini juga?
pada setiap wanita?
kau bilang ini pertama
baru mencoba
aku tak percaya
Senin, Maret 02, 2009
Jatuh Cinta
Kenapa jatuh cinta?
Bukankah ‘jatuh’ identik dengan rasa sakit?
Apa saat mencinta terasa sakit ?
Bukankah ‘jatuh’ identik dengan rasa Malu?
Apa saat mencinta terasa malu ?
Aku sedang sakit dan malu
Aku Sakit… saat mendengar namamu
Aku malu… tak dapat menggapaimu
Apa aku sedang jatuh cinta?
Aku Jatuh
Pasti Jatuh
Sangat Jatuh
Selamanya jatuh
Aku cinta
Pasti cinta
Sangat cinta
Selamanya cinta
Tapi tidak jatuh cinta
Aku hanya mencinta
Aku berusaha meyakinkan diri
Menghadapi hari-hari
Aku tak sendiri
~6~
Bukankah ‘jatuh’ identik dengan rasa sakit?
Apa saat mencinta terasa sakit ?
Bukankah ‘jatuh’ identik dengan rasa Malu?
Apa saat mencinta terasa malu ?
Aku sedang sakit dan malu
Aku Sakit… saat mendengar namamu
Aku malu… tak dapat menggapaimu
Apa aku sedang jatuh cinta?
Aku Jatuh
Pasti Jatuh
Sangat Jatuh
Selamanya jatuh
Aku cinta
Pasti cinta
Sangat cinta
Selamanya cinta
Tapi tidak jatuh cinta
Aku hanya mencinta
Aku berusaha meyakinkan diri
Menghadapi hari-hari
Aku tak sendiri
~6~
Minggu, Maret 01, 2009
Hanya Bayang
Kadang
Terbayang
Saat Aku ngangkang
Senyummu mengembang
Kau meraba kacang
Putingku kau hisap kencang
Aku menggelinjang
Penismu tegang
Seakan tak mau waktu terbuang
Kau masukkan dan aku senang
Aku semakin girang
Saat kau setubuhi aku dari belakang
Sadarku hilang
Sadarmu hilang
Kau mengerang
Pertanda kau sudah menang
Kita terkapar di ranjang
Kau menganggapku perempuan jalang
padahal aku hanya perempuan lajang
Aku ingin semua terulang
karena aku sayang....
Terbayang
Saat Aku ngangkang
Senyummu mengembang
Kau meraba kacang
Putingku kau hisap kencang
Aku menggelinjang
Penismu tegang
Seakan tak mau waktu terbuang
Kau masukkan dan aku senang
Aku semakin girang
Saat kau setubuhi aku dari belakang
Sadarku hilang
Sadarmu hilang
Kau mengerang
Pertanda kau sudah menang
Kita terkapar di ranjang
Kau menganggapku perempuan jalang
padahal aku hanya perempuan lajang
Aku ingin semua terulang
karena aku sayang....
Sabtu, Februari 28, 2009
Perempuan Bangsat
Aku
Perempuan Bangsat
Jahat
Laknat
Penjilat
Keparat
Penghianat
Aku
Menampar
wajahmu hingga memar
mengharap kau sadar
bahwa cintaku ini wajar
tapi kau bilang aku kasar
Pipimu merah
entah karena malu atau marah
kau pasrah
tapi emosiku makin parah
aku hiasi wajahmu dengan ludahku
menindih tubuhmu di sofa
kugigit bibir dan hidungmu
tapi tak berdarah
Kau teriak sakit
hatiku lebih sakit
kau minta tolong
aku melolong
sejenak sunyi...
kau pegang lenganku
lalu tanganku
kau rapikan rambut yang menutup wajahku
lalu kau belai
kau basuh keringat di keningku
kau raba buah dadaku
aku menepisnya
tapi aku tersenyum..
"hmm... rayuanmu!” kataku
akhirnya ku balas dengan ciuman manis
kita berdua terbahak-bahak
apa yang ku mau?
pasti kau jauh lebih tahu
Cintaku Memaksa
Kau Tak Bisa
Jangan Jera!
Perempuan Bangsat
Jahat
Laknat
Penjilat
Keparat
Penghianat
Aku
Menampar
wajahmu hingga memar
mengharap kau sadar
bahwa cintaku ini wajar
tapi kau bilang aku kasar
Pipimu merah
entah karena malu atau marah
kau pasrah
tapi emosiku makin parah
aku hiasi wajahmu dengan ludahku
menindih tubuhmu di sofa
kugigit bibir dan hidungmu
tapi tak berdarah
Kau teriak sakit
hatiku lebih sakit
kau minta tolong
aku melolong
sejenak sunyi...
kau pegang lenganku
lalu tanganku
kau rapikan rambut yang menutup wajahku
lalu kau belai
kau basuh keringat di keningku
kau raba buah dadaku
aku menepisnya
tapi aku tersenyum..
"hmm... rayuanmu!” kataku
akhirnya ku balas dengan ciuman manis
kita berdua terbahak-bahak
apa yang ku mau?
pasti kau jauh lebih tahu
Cintaku Memaksa
Kau Tak Bisa
Jangan Jera!
Nafsumu
Pergi !
Aku muak dengan nafsumu
nafsu yang selalu kau bawa ke ranjang ini
akan kubiarkan....
ranjang ini sepi tanpa tingkahmu
sprei tak kusut karena ulahmu
telingaku sunyi tanpa bisikmu
bibirku kering tanpa ciumanmu
Tapi...
Pipi ini akan selalu basah
basah oleh airmata
yang kau titip padaku
Aaahhh...
tinggalkan aroma itu
aroma hangat dan memabukkan
aku ketagihan
aroma nafas kita saat beradu
Agar kau dapat kembali ke ranjang ini
untuk mengulangnya
bukan...
bukan bersama nafsu bejatmu
Aku ingin kau datang membawa segenggam cinta untukku
Jika kau mampu
dan aku tak yakin itu
Lelakiku....
Aku rindu candamu
Aku muak dengan nafsumu
nafsu yang selalu kau bawa ke ranjang ini
akan kubiarkan....
ranjang ini sepi tanpa tingkahmu
sprei tak kusut karena ulahmu
telingaku sunyi tanpa bisikmu
bibirku kering tanpa ciumanmu
Tapi...
Pipi ini akan selalu basah
basah oleh airmata
yang kau titip padaku
Aaahhh...
tinggalkan aroma itu
aroma hangat dan memabukkan
aku ketagihan
aroma nafas kita saat beradu
Agar kau dapat kembali ke ranjang ini
untuk mengulangnya
bukan...
bukan bersama nafsu bejatmu
Aku ingin kau datang membawa segenggam cinta untukku
Jika kau mampu
dan aku tak yakin itu
Lelakiku....
Aku rindu candamu
Langganan:
Postingan (Atom)

