Sabtu, Februari 28, 2009

Perempuan Bangsat

Aku
Perempuan Bangsat
Jahat
Laknat
Penjilat
Keparat
Penghianat

Aku
Menampar
wajahmu hingga memar
mengharap kau sadar
bahwa cintaku ini wajar
tapi kau bilang aku kasar

Pipimu merah
entah karena malu atau marah
kau pasrah
tapi emosiku makin parah

aku hiasi wajahmu dengan ludahku
menindih tubuhmu di sofa
kugigit bibir dan hidungmu
tapi tak berdarah

Kau teriak sakit
hatiku lebih sakit
kau minta tolong
aku melolong

sejenak sunyi...

kau pegang lenganku
lalu tanganku
kau rapikan rambut yang menutup wajahku
lalu kau belai
kau basuh keringat di keningku
kau raba buah dadaku
aku menepisnya

tapi aku tersenyum..
"hmm... rayuanmu!” kataku

akhirnya ku balas dengan ciuman manis

kita berdua terbahak-bahak

apa yang ku mau?
pasti kau jauh lebih tahu
Cintaku Memaksa
Kau Tak Bisa
Jangan Jera!

Nafsumu

Pergi !
Aku muak dengan nafsumu
nafsu yang selalu kau bawa ke ranjang ini

akan kubiarkan....
ranjang ini sepi tanpa tingkahmu
sprei tak kusut karena ulahmu
telingaku sunyi tanpa bisikmu
bibirku kering tanpa ciumanmu

Tapi...
Pipi ini akan selalu basah
basah oleh airmata
yang kau titip padaku

Aaahhh...
tinggalkan aroma itu
aroma hangat dan memabukkan
aku ketagihan
aroma nafas kita saat beradu

Agar kau dapat kembali ke ranjang ini
untuk mengulangnya
bukan...
bukan bersama nafsu bejatmu

Aku ingin kau datang membawa segenggam cinta untukku
Jika kau mampu
dan aku tak yakin itu

Lelakiku....
Aku rindu candamu