Aku
Perempuan Bangsat
Jahat
Laknat
Penjilat
Keparat
Penghianat
Aku
Menampar
wajahmu hingga memar
mengharap kau sadar
bahwa cintaku ini wajar
tapi kau bilang aku kasar
Pipimu merah
entah karena malu atau marah
kau pasrah
tapi emosiku makin parah
aku hiasi wajahmu dengan ludahku
menindih tubuhmu di sofa
kugigit bibir dan hidungmu
tapi tak berdarah
Kau teriak sakit
hatiku lebih sakit
kau minta tolong
aku melolong
sejenak sunyi...
kau pegang lenganku
lalu tanganku
kau rapikan rambut yang menutup wajahku
lalu kau belai
kau basuh keringat di keningku
kau raba buah dadaku
aku menepisnya
tapi aku tersenyum..
"hmm... rayuanmu!” kataku
akhirnya ku balas dengan ciuman manis
kita berdua terbahak-bahak
apa yang ku mau?
pasti kau jauh lebih tahu
Cintaku Memaksa
Kau Tak Bisa
Jangan Jera!
Sabtu, Februari 28, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar