Rabu, April 29, 2009

RUMAH KOSONG

Kulewati rumahmu yang kosong
gelap dan sepi
tak ada isi

kau pergi mencari tenang
menuju cahaya remang
ya.. remang-remang tak terang
kenapa kau lakukan ini?

seluruh kenangan kau bawa pergi

aku kini tiada arti

dalam anganku
semua tetap utuh
penuh masa lalu
aku tersedu di pangkuanmu
merasakan nafas di telingaku
meminta jawaban
dan pertanggungjawaban

sadarku dalam angan yang kosong...

Tempik Munafik

Aku menampar tempik
di tengah keramain
kau berdiri menenangkan
emosiku tetap melawan
ludahku kembali bertindak
di kepala yang ingin ku injak
Tempik
berlari dan menangis
terlihat seperti pengemis

tanganku kau pegang kencang
mengajakku pulang
hingga sekarang
aku tak tenang

Inilah pelajaran
untuk si Tempik munafik
guru sialan !

Sabtu, April 25, 2009

Dusta

akulah sarang hianat
menebar noktah zina
terlentang pada kesucian sang perawan
menjilat pahitnya dusta
menelannya selagi mentah
lalu muntah..
dan kembali mengunyah

mulutku perih tak tertahan
gigiku remuk tertelan
lidahku lepas berantakan
bibirku berdarah
gusiku goyah
rahangku patah

biarkan aku yang menikmati
jangan kau mendekati
apalagi mencicipi
sedang ku resapi
dusta ini
berduri

berkali-kali
kuyakinkan diri
aku benci KAU LELAKI !
ingin hidup sendiri
namun tak jua aku sadari
aku sedang mendustai

aku tak mau lagi mendengar
saat kau berujar
"aku sedang menghianati, menghianati cinta benar...."
saat kita di kamar
usai menikmati permainan Kasar

kembalilah sadar
aku bukan cinta benar
api dusta terus berkobar !

Jumat, April 24, 2009

Hilang

kau menuju perjalanan panjang, tatapanku tamat tepat di tikungan jalan yang kau lalui bersama rombongan benda mati yang hidup bersama masa lalu.
lagi... tuhan mengambil kebahagiaan yang kupinjam dariNya. Aku yakin kau pun merasakan hal yang sama sepertiku, kehilangan cinta dalam raba. mereka coba amati, aku telah di peti kau tetap di hati. kehilangan harap saat sedang bersiap.

Selasa, April 21, 2009

Belalai

belalai panjang
kembali menghujam
batin yang suram
tertutup kelambu abu
merasakan manisnya madu
keluar di sela-sela kedua kakimu
rembesan luka
menjalar menuju mata indah kita
bertahta tanpa istana
tak ada senandung pertengkaran
yang selalu aku tanam
sejenak bumi berhenti dari putaran waktu
mengintip desahan dari dinding kamar kostmu
menyaksikan
kau menyelimuti tubuhku dengan peluk hangatmu
semua bagian dari tubuh kita
beradu sempurna
memulai perhelatan
tradisi orang tua
sesaat sebelum kita tercipta.

Senin, April 20, 2009

Menanti

ruangku berserakan dan berdebu
aku bangkit menyusuri pintu tua
meraba daun pintu tak bernyawa
lalu membukanya
kuputuskan untuk mengambil kursi reyot
yang selalu menemani
saat aku melahirkan bayi bayi inspirasi
ku letakkan tepat di depan pintu
aku duduk terpaku
menatap jalan buntu
mengantar senja
pulang ke kandangnya
angin dingin menyayat batin
beribu ragu turut mengganggu

akan datangkah lelakiku?
setelah sekian lama pergi
meninggalkan sekarung biji janji

kan ku nanti
hingga pagi
tanpa bermimpi

Sabtu, April 18, 2009

Jiwaku sakit

jariku menari tak sendiri
merayakan hidup yang mati
aku melindungi diri dengan caci maki
kau angkuh tak peduli
buatku semakin jatuh hati
aku ingin memiliki
namun harus menyakiti
mungkin kini saatnya kubuang mimpiku
dalam tumpukan batu yang kaku
aku menjerit
kenyataan ini sangat pahit
jiwaku sakit
aku ingin tidur
dalam liang kubur
lalu mendengkur...

GILA

sungguh GILA bila aku menyebut ini CINTA

sungguh CINTA bila kau menyebut ini GILA

Selasa, April 14, 2009

Mungkinkah

mungkinkah
aku kau tinggal sendiri ?
pagar duri mengikat diri
membedung derasnya birahi

mungkinkah
aku menggali kubur buta?
lalu mengorek indahnya luka
berteman air mata

mungkinkah
aku tercampakkan?
tenggelam dalam lautan
pahit selalu kutelan

mungkinkah
aku mampu bertahan?
dalam penderitaan berkepanjangan
lepaskan ikatan

mungkinkah
masih ada harap?
dalam udara pengap
aku terjerembap

mungkinkah
aku menemukan jawaban?
dari semua pertanyaan
yang memilukan

Akhir takdir

sekian lama tak bertatap
ragamu bejat
jiwamu tetap hangat

kulitmu hangus
membungkus badan yang kurus
tak terurus

tak puaskah kau hidup dalam kotak-kotak kertas yang kau ciptakan sendiri?
kotak pengap yang kau pisahkan dari nista
kini menjelma sarang bencana

tak ada siapa
sunyi di sana
udara begitu langka
kau
bergulir menggapai akhir

dan aku
menginjak sebuah takdir !

Minggu, April 12, 2009

ilusi, kau dan dunia

dunia ini luas, tapi aku tak merasa kerdil
dunia ini sangat kecil akupun tak merasa lebih besar
aku hanya merasa dunia semakin angkuh terhadapku

aku berjalan dengan cepat
berharap tak ada yang melihat
semua gagal
aku jatuh terjungkal
dan kau
ya.. kau, terpingkal-pingkal

dunia tak memberi kesempatan kepadaku untuk hidup bersamamu
dalam balutan kasih dan rindu

kau dan dunia telah bersahabat
menganggapku sebagai perempuan jahat

sesekali aku memandang kepulan asap rokok dari mulutku
ada keluh kesah dan masalah yang ikut disana
aku tertawa
suaraku seolah membahana
masalahku telah sirna

namun itu hanya ilusi
masalahku tak berhenti sampai disini
bayangmu kerap menghantui
dan aku telah diusir oleh dunia

ku buang putung rokok yang apinya semakin mendekati jari-jari tangan kananku
panas dan kecut rasanya

ku ambil batang rokok yang kedua
kubakar
dan kuisap dalam-dalam sampai menembus paru-paru dan jantungku

aku biarkan asapku bersilaturrahmi
dengan organ tubuh lainnya
masalah dalam dada
ikut keluar bersamanya
perlahan merangkak
kemulut dan hidung
lalu ku hembuskan pada udara yang mendung.

ilusi itu tetap ada
kali ini bayangmu turut menguap
lalu sirna
entah kemana...

Sabtu, April 11, 2009

ASU

Malam ini yang kurasa hanya sunyi,
aku mengintip Asu di dunia maya.
Tak seperti biasanya,
malam ini Asu tak ada di sana.
Perasaanku menduga,
Asu sedang menikmati malam minggu yang cerah.
Dengan keberanian luar biasa aku menghubungi ponselnya, Asu menerima panggilan dariku dan menyapa dengan hangat. Asu bilang sedang makan bersama wanita. Hatiku hancur, air mata menetes tapi aku tak mau terdengar lemah. ku pertahankan 'ketus'ku. aku pura-pura tak percaya, kalaupun ada aku ingin bicara dengannya.
tak kusangka, Asu malah mengenalkan aku dengan nya.
begitu bangga dia memperkenalkan diri "Halo kau siapa? Aku pacarnya Asu"
emosiku tak tertahan, kiamat kecil-kecilan ku ciptakan
sebenarnya, masih banyak yang ingin kulakukan tapi Asu tak memberi kesempatan.


oh Tuhan..
cabutlah nyawa perempuan itu dengan tanganku !

Tak ada

gambarmu terlipat dalam benak
malammu ritualku
kau terpejam
liang hatimu sudah tertutup
bersama cacing mentah
dan belatung yang beruntung
kau setia menjelma
menjadi raja atau siapa saja
jenggotmu kerap menggesek pikiranku
aku tak kuasa menahan geli
tawaku pecah seketika
segera kusadari semua
Tuhan mengajakku bercanda
dirimu tak lagi ada

Rasa

Dulu...
tubuh panjangmu sering ku nikmati
berkali-kali kujilati
aku menemukan rasa
rasa tak biasa
rasa cinta yang sesungguhnya

kini...
tubuhmu binasa
jiwamu bersamanya
menatap bayangmu saja aku tak kuasa

semoga kau bahagia

Jumat, April 10, 2009

bulan madu

kau menebang hutan harapan
meludah disegala arah
bulan madu yang terencana
kau buang begitu saja
kau mengunciku dalam kandang
setelah puas kau menendang
aku tersungkur
lalu bersyukur
gerbang itu telah retak
sebelum kita menapak

Minggu, April 05, 2009

Hanya lelaki tua

tubuh tak sempurna
buatku tak bahagia
kau mengasingkan aku
sepertinya tak seorangpun boleh tau
bahwa aku disampingmu

aku yakin
tak ada yang mau dan mampu
menjadi diriku
namun aku tak pernah malu

dulu ku rasa kau cukup dewasa
ternyata kau hanya lelaki tua
tak tahu makna cinta sebenarnya
yang menerima apa adanya

lihatlah.. !
dunia ini beragam
bukan segenggam

Kemaluan tak tahu malu

aku terduduk
dengan kepala menunduk

tak kuasa melihat linangan airmata
yang jatuh dari mata merahnya
mungkin dia ingin memberi restu
suatu waktu
kau dan aku
jadi satu

impianku tetap bersamamu
menempuh hidup baru
memelihara kemaluanmu dan kemaluanku
yang tak tahu malu.

Sabtu, April 04, 2009

Siapa PENIS? PENIS Siapa?

aku dilahirkan salah bentuk
dari ibu terkutuk
yang mengais-ngais penis
najis manis !

nyata...
tak ada gambar
namun ada gambaran

penis segar
segera berlayar
ingin mengejar
aku takut
masih dalam perut

siapa pemilik penis itu?
pernahkah dia memikirkan aku dan ibuku?

kurasa Tuhan pun tak tahu jawaban dari semua pertanyaanku !