Kulewati rumahmu yang kosong
gelap dan sepi
tak ada isi
kau pergi mencari tenang
menuju cahaya remang
ya.. remang-remang tak terang
kenapa kau lakukan ini?
seluruh kenangan kau bawa pergi
aku kini tiada arti
dalam anganku
semua tetap utuh
penuh masa lalu
aku tersedu di pangkuanmu
merasakan nafas di telingaku
meminta jawaban
dan pertanggungjawaban
sadarku dalam angan yang kosong...
Rabu, April 29, 2009
Tempik Munafik
Aku menampar tempik
di tengah keramain
kau berdiri menenangkan
emosiku tetap melawan
ludahku kembali bertindak
di kepala yang ingin ku injak
Tempik
berlari dan menangis
terlihat seperti pengemis
tanganku kau pegang kencang
mengajakku pulang
hingga sekarang
aku tak tenang
Inilah pelajaran
untuk si Tempik munafik
guru sialan !
di tengah keramain
kau berdiri menenangkan
emosiku tetap melawan
ludahku kembali bertindak
di kepala yang ingin ku injak
Tempik
berlari dan menangis
terlihat seperti pengemis
tanganku kau pegang kencang
mengajakku pulang
hingga sekarang
aku tak tenang
Inilah pelajaran
untuk si Tempik munafik
guru sialan !
Sabtu, April 25, 2009
Dusta
akulah sarang hianat
menebar noktah zina
terlentang pada kesucian sang perawan
menjilat pahitnya dusta
menelannya selagi mentah
lalu muntah..
dan kembali mengunyah
mulutku perih tak tertahan
gigiku remuk tertelan
lidahku lepas berantakan
bibirku berdarah
gusiku goyah
rahangku patah
biarkan aku yang menikmati
jangan kau mendekati
apalagi mencicipi
sedang ku resapi
dusta ini
berduri
berkali-kali
kuyakinkan diri
aku benci KAU LELAKI !
ingin hidup sendiri
namun tak jua aku sadari
aku sedang mendustai
aku tak mau lagi mendengar
saat kau berujar
"aku sedang menghianati, menghianati cinta benar...."
saat kita di kamar
usai menikmati permainan Kasar
kembalilah sadar
aku bukan cinta benar
api dusta terus berkobar !
menebar noktah zina
terlentang pada kesucian sang perawan
menjilat pahitnya dusta
menelannya selagi mentah
lalu muntah..
dan kembali mengunyah
mulutku perih tak tertahan
gigiku remuk tertelan
lidahku lepas berantakan
bibirku berdarah
gusiku goyah
rahangku patah
biarkan aku yang menikmati
jangan kau mendekati
apalagi mencicipi
sedang ku resapi
dusta ini
berduri
berkali-kali
kuyakinkan diri
aku benci KAU LELAKI !
ingin hidup sendiri
namun tak jua aku sadari
aku sedang mendustai
aku tak mau lagi mendengar
saat kau berujar
"aku sedang menghianati, menghianati cinta benar...."
saat kita di kamar
usai menikmati permainan Kasar
kembalilah sadar
aku bukan cinta benar
api dusta terus berkobar !
Jumat, April 24, 2009
Hilang
kau menuju perjalanan panjang, tatapanku tamat tepat di tikungan jalan yang kau lalui bersama rombongan benda mati yang hidup bersama masa lalu.
lagi... tuhan mengambil kebahagiaan yang kupinjam dariNya. Aku yakin kau pun merasakan hal yang sama sepertiku, kehilangan cinta dalam raba. mereka coba amati, aku telah di peti kau tetap di hati. kehilangan harap saat sedang bersiap.
lagi... tuhan mengambil kebahagiaan yang kupinjam dariNya. Aku yakin kau pun merasakan hal yang sama sepertiku, kehilangan cinta dalam raba. mereka coba amati, aku telah di peti kau tetap di hati. kehilangan harap saat sedang bersiap.
Selasa, April 21, 2009
Belalai
belalai panjang
kembali menghujam
batin yang suram
tertutup kelambu abu
merasakan manisnya madu
keluar di sela-sela kedua kakimu
rembesan luka
menjalar menuju mata indah kita
bertahta tanpa istana
tak ada senandung pertengkaran
yang selalu aku tanam
sejenak bumi berhenti dari putaran waktu
mengintip desahan dari dinding kamar kostmu
menyaksikan
kau menyelimuti tubuhku dengan peluk hangatmu
semua bagian dari tubuh kita
beradu sempurna
memulai perhelatan
tradisi orang tua
sesaat sebelum kita tercipta.
kembali menghujam
batin yang suram
tertutup kelambu abu
merasakan manisnya madu
keluar di sela-sela kedua kakimu
rembesan luka
menjalar menuju mata indah kita
bertahta tanpa istana
tak ada senandung pertengkaran
yang selalu aku tanam
sejenak bumi berhenti dari putaran waktu
mengintip desahan dari dinding kamar kostmu
menyaksikan
kau menyelimuti tubuhku dengan peluk hangatmu
semua bagian dari tubuh kita
beradu sempurna
memulai perhelatan
tradisi orang tua
sesaat sebelum kita tercipta.
Senin, April 20, 2009
Menanti
ruangku berserakan dan berdebu
aku bangkit menyusuri pintu tua
meraba daun pintu tak bernyawa
lalu membukanya
kuputuskan untuk mengambil kursi reyot
yang selalu menemani
saat aku melahirkan bayi bayi inspirasi
ku letakkan tepat di depan pintu
aku duduk terpaku
menatap jalan buntu
mengantar senja
pulang ke kandangnya
angin dingin menyayat batin
beribu ragu turut mengganggu
akan datangkah lelakiku?
setelah sekian lama pergi
meninggalkan sekarung biji janji
kan ku nanti
hingga pagi
tanpa bermimpi
aku bangkit menyusuri pintu tua
meraba daun pintu tak bernyawa
lalu membukanya
kuputuskan untuk mengambil kursi reyot
yang selalu menemani
saat aku melahirkan bayi bayi inspirasi
ku letakkan tepat di depan pintu
aku duduk terpaku
menatap jalan buntu
mengantar senja
pulang ke kandangnya
angin dingin menyayat batin
beribu ragu turut mengganggu
akan datangkah lelakiku?
setelah sekian lama pergi
meninggalkan sekarung biji janji
kan ku nanti
hingga pagi
tanpa bermimpi
Sabtu, April 18, 2009
Jiwaku sakit
jariku menari tak sendiri
merayakan hidup yang mati
aku melindungi diri dengan caci maki
kau angkuh tak peduli
buatku semakin jatuh hati
aku ingin memiliki
namun harus menyakiti
mungkin kini saatnya kubuang mimpiku
dalam tumpukan batu yang kaku
aku menjerit
kenyataan ini sangat pahit
jiwaku sakit
aku ingin tidur
dalam liang kubur
lalu mendengkur...
merayakan hidup yang mati
aku melindungi diri dengan caci maki
kau angkuh tak peduli
buatku semakin jatuh hati
aku ingin memiliki
namun harus menyakiti
mungkin kini saatnya kubuang mimpiku
dalam tumpukan batu yang kaku
aku menjerit
kenyataan ini sangat pahit
jiwaku sakit
aku ingin tidur
dalam liang kubur
lalu mendengkur...
Selasa, April 14, 2009
Mungkinkah
mungkinkah
aku kau tinggal sendiri ?
pagar duri mengikat diri
membedung derasnya birahi
mungkinkah
aku menggali kubur buta?
lalu mengorek indahnya luka
berteman air mata
mungkinkah
aku tercampakkan?
tenggelam dalam lautan
pahit selalu kutelan
mungkinkah
aku mampu bertahan?
dalam penderitaan berkepanjangan
lepaskan ikatan
mungkinkah
masih ada harap?
dalam udara pengap
aku terjerembap
mungkinkah
aku menemukan jawaban?
dari semua pertanyaan
yang memilukan
aku kau tinggal sendiri ?
pagar duri mengikat diri
membedung derasnya birahi
mungkinkah
aku menggali kubur buta?
lalu mengorek indahnya luka
berteman air mata
mungkinkah
aku tercampakkan?
tenggelam dalam lautan
pahit selalu kutelan
mungkinkah
aku mampu bertahan?
dalam penderitaan berkepanjangan
lepaskan ikatan
mungkinkah
masih ada harap?
dalam udara pengap
aku terjerembap
mungkinkah
aku menemukan jawaban?
dari semua pertanyaan
yang memilukan
Akhir takdir
sekian lama tak bertatap
ragamu bejat
jiwamu tetap hangat
kulitmu hangus
membungkus badan yang kurus
tak terurus
tak puaskah kau hidup dalam kotak-kotak kertas yang kau ciptakan sendiri?
kotak pengap yang kau pisahkan dari nista
kini menjelma sarang bencana
tak ada siapa
sunyi di sana
udara begitu langka
kau
bergulir menggapai akhir
dan aku
menginjak sebuah takdir !
ragamu bejat
jiwamu tetap hangat
kulitmu hangus
membungkus badan yang kurus
tak terurus
tak puaskah kau hidup dalam kotak-kotak kertas yang kau ciptakan sendiri?
kotak pengap yang kau pisahkan dari nista
kini menjelma sarang bencana
tak ada siapa
sunyi di sana
udara begitu langka
kau
bergulir menggapai akhir
dan aku
menginjak sebuah takdir !
Minggu, April 12, 2009
ilusi, kau dan dunia
dunia ini luas, tapi aku tak merasa kerdil
dunia ini sangat kecil akupun tak merasa lebih besar
aku hanya merasa dunia semakin angkuh terhadapku
aku berjalan dengan cepat
berharap tak ada yang melihat
semua gagal
aku jatuh terjungkal
dan kau
ya.. kau, terpingkal-pingkal
dunia tak memberi kesempatan kepadaku untuk hidup bersamamu
dalam balutan kasih dan rindu
kau dan dunia telah bersahabat
menganggapku sebagai perempuan jahat
sesekali aku memandang kepulan asap rokok dari mulutku
ada keluh kesah dan masalah yang ikut disana
aku tertawa
suaraku seolah membahana
masalahku telah sirna
namun itu hanya ilusi
masalahku tak berhenti sampai disini
bayangmu kerap menghantui
dan aku telah diusir oleh dunia
ku buang putung rokok yang apinya semakin mendekati jari-jari tangan kananku
panas dan kecut rasanya
ku ambil batang rokok yang kedua
kubakar
dan kuisap dalam-dalam sampai menembus paru-paru dan jantungku
aku biarkan asapku bersilaturrahmi
dengan organ tubuh lainnya
masalah dalam dada
ikut keluar bersamanya
perlahan merangkak
kemulut dan hidung
lalu ku hembuskan pada udara yang mendung.
ilusi itu tetap ada
kali ini bayangmu turut menguap
lalu sirna
entah kemana...
dunia ini sangat kecil akupun tak merasa lebih besar
aku hanya merasa dunia semakin angkuh terhadapku
aku berjalan dengan cepat
berharap tak ada yang melihat
semua gagal
aku jatuh terjungkal
dan kau
ya.. kau, terpingkal-pingkal
dunia tak memberi kesempatan kepadaku untuk hidup bersamamu
dalam balutan kasih dan rindu
kau dan dunia telah bersahabat
menganggapku sebagai perempuan jahat
sesekali aku memandang kepulan asap rokok dari mulutku
ada keluh kesah dan masalah yang ikut disana
aku tertawa
suaraku seolah membahana
masalahku telah sirna
namun itu hanya ilusi
masalahku tak berhenti sampai disini
bayangmu kerap menghantui
dan aku telah diusir oleh dunia
ku buang putung rokok yang apinya semakin mendekati jari-jari tangan kananku
panas dan kecut rasanya
ku ambil batang rokok yang kedua
kubakar
dan kuisap dalam-dalam sampai menembus paru-paru dan jantungku
aku biarkan asapku bersilaturrahmi
dengan organ tubuh lainnya
masalah dalam dada
ikut keluar bersamanya
perlahan merangkak
kemulut dan hidung
lalu ku hembuskan pada udara yang mendung.
ilusi itu tetap ada
kali ini bayangmu turut menguap
lalu sirna
entah kemana...
Sabtu, April 11, 2009
ASU
Malam ini yang kurasa hanya sunyi,
aku mengintip Asu di dunia maya.
Tak seperti biasanya,
malam ini Asu tak ada di sana.
Perasaanku menduga,
Asu sedang menikmati malam minggu yang cerah.
Dengan keberanian luar biasa aku menghubungi ponselnya, Asu menerima panggilan dariku dan menyapa dengan hangat. Asu bilang sedang makan bersama wanita. Hatiku hancur, air mata menetes tapi aku tak mau terdengar lemah. ku pertahankan 'ketus'ku. aku pura-pura tak percaya, kalaupun ada aku ingin bicara dengannya.
tak kusangka, Asu malah mengenalkan aku dengan nya.
begitu bangga dia memperkenalkan diri "Halo kau siapa? Aku pacarnya Asu"
emosiku tak tertahan, kiamat kecil-kecilan ku ciptakan
sebenarnya, masih banyak yang ingin kulakukan tapi Asu tak memberi kesempatan.
oh Tuhan..
cabutlah nyawa perempuan itu dengan tanganku !
aku mengintip Asu di dunia maya.
Tak seperti biasanya,
malam ini Asu tak ada di sana.
Perasaanku menduga,
Asu sedang menikmati malam minggu yang cerah.
Dengan keberanian luar biasa aku menghubungi ponselnya, Asu menerima panggilan dariku dan menyapa dengan hangat. Asu bilang sedang makan bersama wanita. Hatiku hancur, air mata menetes tapi aku tak mau terdengar lemah. ku pertahankan 'ketus'ku. aku pura-pura tak percaya, kalaupun ada aku ingin bicara dengannya.
tak kusangka, Asu malah mengenalkan aku dengan nya.
begitu bangga dia memperkenalkan diri "Halo kau siapa? Aku pacarnya Asu"
emosiku tak tertahan, kiamat kecil-kecilan ku ciptakan
sebenarnya, masih banyak yang ingin kulakukan tapi Asu tak memberi kesempatan.
oh Tuhan..
cabutlah nyawa perempuan itu dengan tanganku !
Tak ada
gambarmu terlipat dalam benak
malammu ritualku
kau terpejam
liang hatimu sudah tertutup
bersama cacing mentah
dan belatung yang beruntung
kau setia menjelma
menjadi raja atau siapa saja
jenggotmu kerap menggesek pikiranku
aku tak kuasa menahan geli
tawaku pecah seketika
segera kusadari semua
Tuhan mengajakku bercanda
dirimu tak lagi ada
malammu ritualku
kau terpejam
liang hatimu sudah tertutup
bersama cacing mentah
dan belatung yang beruntung
kau setia menjelma
menjadi raja atau siapa saja
jenggotmu kerap menggesek pikiranku
aku tak kuasa menahan geli
tawaku pecah seketika
segera kusadari semua
Tuhan mengajakku bercanda
dirimu tak lagi ada
Rasa
Dulu...
tubuh panjangmu sering ku nikmati
berkali-kali kujilati
aku menemukan rasa
rasa tak biasa
rasa cinta yang sesungguhnya
kini...
tubuhmu binasa
jiwamu bersamanya
menatap bayangmu saja aku tak kuasa
semoga kau bahagia
tubuh panjangmu sering ku nikmati
berkali-kali kujilati
aku menemukan rasa
rasa tak biasa
rasa cinta yang sesungguhnya
kini...
tubuhmu binasa
jiwamu bersamanya
menatap bayangmu saja aku tak kuasa
semoga kau bahagia
Jumat, April 10, 2009
bulan madu
kau menebang hutan harapan
meludah disegala arah
bulan madu yang terencana
kau buang begitu saja
kau mengunciku dalam kandang
setelah puas kau menendang
aku tersungkur
lalu bersyukur
gerbang itu telah retak
sebelum kita menapak
meludah disegala arah
bulan madu yang terencana
kau buang begitu saja
kau mengunciku dalam kandang
setelah puas kau menendang
aku tersungkur
lalu bersyukur
gerbang itu telah retak
sebelum kita menapak
Minggu, April 05, 2009
Hanya lelaki tua
tubuh tak sempurna
buatku tak bahagia
kau mengasingkan aku
sepertinya tak seorangpun boleh tau
bahwa aku disampingmu
aku yakin
tak ada yang mau dan mampu
menjadi diriku
namun aku tak pernah malu
dulu ku rasa kau cukup dewasa
ternyata kau hanya lelaki tua
tak tahu makna cinta sebenarnya
yang menerima apa adanya
lihatlah.. !
dunia ini beragam
bukan segenggam
buatku tak bahagia
kau mengasingkan aku
sepertinya tak seorangpun boleh tau
bahwa aku disampingmu
aku yakin
tak ada yang mau dan mampu
menjadi diriku
namun aku tak pernah malu
dulu ku rasa kau cukup dewasa
ternyata kau hanya lelaki tua
tak tahu makna cinta sebenarnya
yang menerima apa adanya
lihatlah.. !
dunia ini beragam
bukan segenggam
Kemaluan tak tahu malu
aku terduduk
dengan kepala menunduk
tak kuasa melihat linangan airmata
yang jatuh dari mata merahnya
mungkin dia ingin memberi restu
suatu waktu
kau dan aku
jadi satu
impianku tetap bersamamu
menempuh hidup baru
memelihara kemaluanmu dan kemaluanku
yang tak tahu malu.
dengan kepala menunduk
tak kuasa melihat linangan airmata
yang jatuh dari mata merahnya
mungkin dia ingin memberi restu
suatu waktu
kau dan aku
jadi satu
impianku tetap bersamamu
menempuh hidup baru
memelihara kemaluanmu dan kemaluanku
yang tak tahu malu.
Sabtu, April 04, 2009
Siapa PENIS? PENIS Siapa?
aku dilahirkan salah bentuk
dari ibu terkutuk
yang mengais-ngais penis
najis manis !
nyata...
tak ada gambar
namun ada gambaran
penis segar
segera berlayar
ingin mengejar
aku takut
masih dalam perut
siapa pemilik penis itu?
pernahkah dia memikirkan aku dan ibuku?
kurasa Tuhan pun tak tahu jawaban dari semua pertanyaanku !
dari ibu terkutuk
yang mengais-ngais penis
najis manis !
nyata...
tak ada gambar
namun ada gambaran
penis segar
segera berlayar
ingin mengejar
aku takut
masih dalam perut
siapa pemilik penis itu?
pernahkah dia memikirkan aku dan ibuku?
kurasa Tuhan pun tak tahu jawaban dari semua pertanyaanku !
Langganan:
Postingan (Atom)

