akulah sarang hianat
menebar noktah zina
terlentang pada kesucian sang perawan
menjilat pahitnya dusta
menelannya selagi mentah
lalu muntah..
dan kembali mengunyah
mulutku perih tak tertahan
gigiku remuk tertelan
lidahku lepas berantakan
bibirku berdarah
gusiku goyah
rahangku patah
biarkan aku yang menikmati
jangan kau mendekati
apalagi mencicipi
sedang ku resapi
dusta ini
berduri
berkali-kali
kuyakinkan diri
aku benci KAU LELAKI !
ingin hidup sendiri
namun tak jua aku sadari
aku sedang mendustai
aku tak mau lagi mendengar
saat kau berujar
"aku sedang menghianati, menghianati cinta benar...."
saat kita di kamar
usai menikmati permainan Kasar
kembalilah sadar
aku bukan cinta benar
api dusta terus berkobar !
Sabtu, April 25, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar