aku terduduk
dengan kepala menunduk
tak kuasa melihat linangan airmata
yang jatuh dari mata merahnya
mungkin dia ingin memberi restu
suatu waktu
kau dan aku
jadi satu
impianku tetap bersamamu
menempuh hidup baru
memelihara kemaluanmu dan kemaluanku
yang tak tahu malu.
Minggu, April 05, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar