Selasa, Juni 16, 2009

Malam Beku

Udara malam sengaja merayapi tubuh sepi
melalui seluruh bulu dan jutaan pori menganga
mungkin hanya butuh waktu ratusan detik untuk membuat darahku beku
lalu seluruh tubuhku akan kaku
bibir ini telah menggigil hingga kurasa sangat ngilu
seperti usai mengunyah kelaminmu
tak kusebut semua ini akibat dari hianat
namun inilah nikmat
karena aku masih bisa melukis wajahmu
serta terus berharap jatuhnya buah cinta dari pohon angkuh dalam dirimu..
bersama dinginku

Tidak ada komentar: