Jumat, Agustus 07, 2009

Burung merak

entah...
entah kenapa ku gundah
saat sang burung merak terbang
mencari tenang
ku berduka

dulu..
degup jantungnya mungkin perih
saat dengan lantang menyemburkan suara
yang dapat melekat dalam hati siapa saja

masihkah ia berkarya dalam barzah?
ku menangis mencari jawabnya

meski aku..
menatapnya pun tak pernah
namun ia menjadi guru sejak lama
dan selamanya

Sabtu, Agustus 01, 2009

+ & -

- tunggu

+ mau apa lagi?

- aku mau hemm.. aku mau kamu

+ kenapa harus aku?

- karena aku mau.. aku mau kamu sayang

+ psstt...! jangan panggil aku sayang

- kenapa?

+ nanti juga kau akan tau jawabanku

- jadi ?

+ apanya yang jadi?

- ah ! maksudku lalu ?

+ ya.. kau benar, aku akan segera berlalu

- terus ?

+ ya.. aku akan terus melanjutkan hidup tanpamu

- tapi aku tidak mau hidup sendiri

+ kau tak kan hidup sendiri, bukankah kau pernah bilang bahwa seribu macam lelaki bisa kau dapat?

- hmm... aku...

+ maaf, aku tak bisa

- kenapa ?

+ karena cinta ...

- jadi kau sebenarnya cinta kepadaku

+ bukan, karena cinta... kita tak lagi sama

Tetap Ada

ah !
percuma jasadmu tinggalkan aku
bayang itu akan selalu bersamaku
bersama anganku
entah mengapa aku tak dapat lupa
tentang segala yang pernah kita coba
walau hanya kosong

sempat terpikir tuk mengulang semua
bersama jiwa dan jasad berbeda
namun aku tak kuasa
bayangmu tetap ada

kau sungguh berbeda