Senyap mendadak gelap
Kiblatku hilang
Namun siluet mu terus terlihat
Aku enggan mencipta dingin,
Serta takut menjamu siksa rindu
cambuk hiruk pikuk meliuk suka cita
Saat peluh membanjiri wajah
tangan itu tak henti bertepuk
Perasaanku bungkam walau tak pernah diam
Jumat, Oktober 30, 2009
Langganan:
Postingan (Atom)

