Jumat, Oktober 30, 2009

Bungkam

Senyap mendadak gelap
Kiblatku hilang
Namun siluet mu terus terlihat
Aku enggan mencipta dingin,
Serta takut menjamu siksa rindu
cambuk hiruk pikuk meliuk suka cita
Saat peluh membanjiri wajah
tangan itu tak henti bertepuk
Perasaanku bungkam walau tak pernah diam

Selasa, Oktober 27, 2009

paras tampan itu tertunduk lesu
menggigit ujung kuku-kukunya yang rapuh
sinar lilin menerpa wajahnya dari samping
terlihat sempurna