Selasa, Januari 26, 2010

Duka, Murka dan Cinta

Ribuan kata merangkak masuk
Menuju tengkuk manusia mabuk
Membusuk...

Para laknat tetap berhianat
Walau sahabat enggan berjabat
Kalimat lahir bagai malaikat

Mencaci kini suci
Degup jantung kian terkurung
Teriakanku sungguh keras
Hingga terdengar tak selaras

Putaran tangis tanpa air mata menyita banyak tawa
Kini malam membelakangi senja
Ku kantongi duka, murka dan cinta
Yang entah harus dibuang ke mana

Tidak ada komentar: